LAMPUNG4D membahas kain tapis Lampung melalui bentuk, teknik hias, dan konteks pemakaiannya. Tapis merupakan kerajinan tradisional masyarakat Lampung berupa sarung atau sinjang yang diberi sulaman. Benang katun menjadi bahan dasar, sedangkan benang emas digunakan untuk membuat ragam hias [1].
Benang dan sulaman membentuk ragam hias
Benang katun berasal dari kapas, sementara benang emas membentuk ornamen dengan sistem sulam [1]. Perbedaan fungsi bahan ini membantu menjelaskan bahwa tampilan tapis berkaitan erat dengan cara hiasnya: ragam hias hadir melalui sulaman pada kain.
Namun, menyebut adanya ragam hias belum cukup untuk menetapkan arti setiap corak. Lebih cermat membedakan pola yang terlihat dari tafsir yang dilekatkan padanya; tanpa konteks yang jelas tentang motif tertentu, tidak perlu menyamaratakan maknanya.
Dari penghormatan leluhur ke berbagai acara
Kain tapis pada awalnya diciptakan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur. Seiring waktu, masyarakat Lampung menggunakannya untuk menghadiri berbagai acara adat [1]. Latar ini memberi konteks bahwa tapis tidak hanya berfungsi sebagai kain berhias, tetapi juga hadir dalam praktik adat.
Saat ini, masyarakat Lampung maupun pendatang kerap mengenakan tapis untuk upacara pernikahan, kegiatan resmi, dan kegiatan kebudayaan [1]. Tapis juga disebut sebagai salah satu bentuk warisan budaya dalam kebudayaan Lampung, yang mencakup adat istiadat, kesenian, kerajinan, dan praktik sosial [2].
Membaca tapis tanpa menyamaratakan corak
Untuk memahami kain tapis, perhatikan tiga hal yang saling melengkapi: bentuknya sebagai sarung, ragam hias yang dibuat dengan sulaman benang emas, dan konteks pemakaiannya [1]. Ketiganya menjelaskan mengapa tapis lebih dari kain bercorak, tanpa harus menetapkan satu makna untuk semua motif.
Sumber
- [1] Wikipedia bahasa Indonesia — Kain tapis. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=29474708&title=Kain_tapis (diakses 2026-10-03).
- [2] Wikipedia bahasa Indonesia — Kebudayaan Lampung. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=29750468&title=Kebudayaan_Lampung (diakses 2026-10-03).